Motivation Quotation......

Aku meminta kepada Tuhan setangkai bunga, segar, Ia beri kaktus berduri. Aku minta kupu-kupu diberinya-Nya ulat berbulu. Aku sedih dan kecewa. Namun kemudian, kaktus itu berbunga indah sekali dan ulat itupun menjadi kupu-kupu yang sangat cantik. Itulah jalan Tuhan, indah pada masaNYA! Tuhan tidak memberi apa yang kita harapkan. Tapi Dia memberi apa yang kita perlukan. Kadang kala kita sedih, kecewa dan terluka. Tapi jauh di atas segalanya Dia sedang mengatur yang terbaik dalam kehidupan kita.............................................
Showing posts with label phd motivation. Show all posts
Showing posts with label phd motivation. Show all posts

Wednesday, August 10, 2011

syukuri apa yg ada..hidup adalah anugerah...................



lagu ini bukan hanya sekadar lagu...jika anda menghayati bait-bait liriknya, ia penuh dengan kata2 nasihat dan sangat mendalam serta puitis maksud yang tersirat dan tersurat.......

Thursday, June 30, 2011

bukan mudah..........................

itulah kata2 yang bolehla diungkapkan.....

tak percaya aku sudah sampai ke tahap ini..sungguh!!!!!!!!!!!!!

namun ini semua rezeki dariNya.............aku sangat2 bersyukur ya allah...............moga aku tidak terpesona dengan nikmat yang telah Kau berikan untukku selama ini.................

Moga aku terus kekal sepertimana aku di suatu ketika dahulu sebelum bergelar pelajar PhD...........walaupun aku sudah memiliki ijazah yang tidak semua insan mampu memilikinya...................... namun aku masih terus mnecari ilmu-ilmu yang ku rasa perlu aku terokai lagi...tidak bermakna memiliki PhD seseorang itu tahu segala2nya...tidak...sama sekali tidak.....seakan ilmu aku masih diumpamakan setitis air di lautan.....dan titisan itu akan pergi jika aku tidak memeliharanya......

Tuesday, April 12, 2011

spirit words....

just wanna share with all my readers...... COMFORT ON DIFFICULT DAYS, SMILES WHEN SADNESS INTRUDES, RAINBOWS TO FOLLOW THE CLOUDS, SUNSETS TO WARM YOUR HEART, GENTLE HUGS WHEN SPIRIT SAG, FRIENDSHIP TO BRIGHTEN YOUR BEING, BEAUTY FOR YOUR EYES TO SEE, CONFIDENCE FOR WHEN YOU ARE IN DOUBT, FAITH SO THAT YOU CAN BELIEVE, COURAGE TO KNOW YOURSELF, PATIENCE TO ACCEPT THE TRUTH, AND LOVE TO COMPLETE YOUR LIFE......................................................... ADDITIONAL SPIRITS..... ALWAYS BELIEVE IN OURSELF.........INSYAALLAH...YOU'LL BE THERE.....

Saturday, January 29, 2011

Sama tapi tak serupa

Aku cuba garapkan pengalaman aku dgn pengalaman Dr Haliyana Khalid yang ada sedikit persamaan tetapi tidak sama denganku secara total....

Following, I share some highlights of the viva.

15 minutes presentation

I have to do a presentation. You have to consult your Internal Examiner (IE) whether you need to do this, because in some department this is not a requirement. Presentation will act as a buffer, to ease your tension- this is according to the Independent Chair (IC). But I found, doing presentation can be very stressfulL

Independent Chair (IC)

There were 4 of us in the meeting room. Since both of my examiners are less experience in conducting viva, an independent chair was appointed. Under the university’s rule, this IC will act as an observer or a referee to see the viva is conducted in a fair play.

Qualitative research

Doing qualitative research is not easy (sapa rasa senang angkat tangan?) And writing qualitative material can be very appalling at times.

When writing any statement in thesis, you really have to be certain whether it is based on your findings, informal discussions or your assumptions. It’s not wrong to give opinions but you really have to provide evidence-, which can be from your findings or literature reviews. In my case, although they praised the flow of the thesis,…some parts still need justifications to support arguments/statements.

Try to answer the questions

Although aku dah prepare banyak potential questions, none came up! But if they did came up, mungkin aku lupa yang aku ada tulis soalan tu. So, masa viva..it’s belasahla labu time!

Try to answer all the questions. If you don’t understand, asked them to rephrase. If you can write it down, even better. I wanted to do it (write qs, perhaps the gist), but the IE won’t let me…so dengar je la soalan yang keluar, macam interview kerja plak rasanya.

They are enthusiasts and interested

Janganlah fikir kalau kita kena ‘grill’ teruk-teruk, the thesis is bad. Most of the time it is because the thesis is good and they want to know more. But it is hard to think that way especially if you are under pressure.

Macam aku hari tu, soalan yang keluar bertubi-tubi macam pop corn meletup-letup. Ada time break 5 minutes. Then they started again. Aku rasa memang teruk la especially part yang aku tersekat-sekat. They kept saying that the thesis is good tapi aku rasa itu hanyalah ayat penyedap kan hati, hahahaha

10 minit yang penuh debaran dan sangat panjang….

Keluar je dari meeting room, sv suruh tunggu depan office school. Sempat menitiskan airmata jugakla sbb rasa memang akan fail!Tak senang duduk aku…cuba kuatkan semangat.....Masa tu memang aku berdoa supaya tak fail dan redha dengan apa yang aku akan dengar kejap lagi….

When they call me in

Me and my supervisor went in together. The IC told EE that the supervisor can be present during the announcement. The EE said…wow, this is interesting..She then stood up, followed by the IE…I remembered she began her announcement by saying.time ni aku dah terlupa how the IC said to me...what I do understand that I've been rewarded PhD...alhamdulillah................................

It’s all for the better

Aku masih lagi tak sangka yang aku dah habis viva. Perasaan? Sedikit anti-klimaks! Apa yang aku boleh cakap berdasarkan pengalaman aku..Bila buat Phd jangan selalu risau, walaupun risau itu perlu tapi jika terlalu risau, nanti tidak ke mana. Dalam phd, jangan berlumba, nanti kecewa. Kita boleh menjadikan pencapaian orang lain sebagai inspirasi tetapi bukan kayu ukur pencapaian kita. Phd bukan UPSR, PMR, SPM atau ijazah. Kita bukannya berlumba-lumba untuk menjadi ‘top of the class’, ‘deans lists’ atau pun ‘teachers’ pet’. Setiap kita mempunyai hala tuju and skop penyelidikan yang berbeza. Kita berjuang dalam konteks kita sendiri.

Kita perlu mengikis tanggapan bahawa yang habis phd dalam masa 2 atau 3 tahun adalah lebih pandai daripada mereka yang mengambil masa lebih lama. Kita juga perlu mengikis tanggapan bahawa yang tiada pembetulan di dalam thesis adalah lebih pandai daripada mereka yang diberi masa yang lama untuk menyiapkan kerja akhir. Inspirasi bukan kayu ukur!

Penilaian viva adalah subjektif. Walaupun kita dan supervisor sudah merasakan bahawa thesis itu adalah baik, tetapi belum tentu ia mendapat penerimaan yang serupa dari ‘external examiner’, dan begitulah sebaliknya.

Pada saya, semuanya bergantung kepada kuasa Allah, and it’s all for the better!

note:this entry is autopublished...maybe will have some editing later.....

Wednesday, January 19, 2011

One mission settled stage 1, another mission????????

Jsut leave 10 days before my due date but I'm still 'struggled'( Ican't focus too much due lots of 'barriers' due to my health condition(haemarrhoids and always heartburn)) to finish up my correction after settled down about visa renewal documentation last week.....hopefully I can manage to finish up and submit to sv and examiner back before deliver ...amin........

Tuesday, December 21, 2010

Just my 2 cent share.....................

~I'm not ready yet for my own experience....but I have my senior's experience that I think it is so valuable,reliable and believeable to share here...maybe soon I will share my own one.......~


Bila sebut tentang viva voce atau oral defence, macam-macam perkara terbayang di fikiran kita. Biasanya imej yang muncul semuanya imej yang kurang menarik, imej yang menggerunkan hingga terbawa-bawa ke alam mimpi dalam tidur yang tidak jerap. Banyak mitos (myth) yang sering kita dengar tentang proses viva ini: antara lainnya, garangnya examiners hingga terkunci mulut kita untuk membidas asakan-asakan akademik mereka (tak kisahlah bahasa Inggeris itu bahasa kedua atau bahasa ketiga, that is not an issue, in my humble opinion). Ada yang bercerita tentang panjangnya masa viva, dari 10 pagi hingga 6 petang. Ada yang bercerita tentang viva menjadi medan pertelingkahan antara internal examiner dengan supervisor kita (sekiranya supervisor kita turut hadir dalam sesi viva itu), atau antara sesama examiners itu sendiri. Dan ada pula yang menambah takutkan rasa dengan bercerita tentang keadaan mereka yang disoal bertubi-tubi dengan pertanyaan-pertanya an yang tidak ada kena mengena dengan tesis mereka. Rumusnya, tidak ada satu pun antara kisah lara ini yang memberikan gambaran yang indah tentang viva. Kisah-kisah sebegini selalunya menambahkan lagi kegusaran kita menghantar tesis, apatah lagi bila kita menyedari banyaknya kekurangan tesis kita. (Yalah dalam menyediakan tesis, sering terjadi, kita ini jadi over-ambitious. Kita mahukan tesis terbaik. Kononnya untuk meninggalkan impak pada dunia). Dalam puluhan pengalaman senior yang pernah saya dengar, ada juga yang bercerita tentang mudahnya viva mereka. Terdetik hati, biarlah viva aku juga seperti viva mereka. Biar ‘kesengsaraan’ kami sekeluarga selama empat tahun dibalas Allah dengan kesenangan.

Satu perkara yang sering penyelia saya ingatkan ialah ‘You are the Expert, Not Them.’ Pesanan ini berkali-kali beliau sebut setiap kali saya suarakan kebimbangan saya menghadapi cabaran viva (Rasanya masa tahun akhir tiap-tiap kali meeting isu inilah yang saya kemukakan sampai dia naik cemuih.) Pernah juga saya tanya, adakah apa-apa cara yang boleh saya buat untuk mengelak dari viva. Ketidaksediaan saya menghantar thesis mengikut timeframe yang dipersetujui juga ada kaitannya dengan viva. Waktu itu, memang saya tidak bersedia untuk ‘mempertahankan’ tesis saya. Penyelia saya amat memahami fenomema ini. Memang setiap PhD candidate akan rasa gusar. You tend to doubt your work and your ability. Sampai satu tahap, memang kita akan rasa tepu dengan penyelidikan kita. Bila sudah 'bosan' melihat tesis, saya akhirnya menghantar tesis saya dan kembali ke Malaysia. Tarikh viva sudah dimaklumkan enam bulan sebelum viva.

Kepanasan cuaca di Malaysia yang diselang seli dengan amaran Kedah akan dilanda banjir serta keseronokan menjamah hidangan-hidangan yang lazat di tanah air membuatkan saya alpa sebentar tentang viva. Apabila berakhirnya ‘bulan madu’ saya di Malaysia, saya kembali semula ke UK dengan rasa kekalutan yang berlipat kali ganda. Terfikir di benak saya, selama empat tahun saya sulami hidup dengan stress, air mata, dan kesiksaan, semua itu akan berakhir dengan hanya satu proses ini. The ultimate test dalam academic career saya. Bersediakah saya untuk menghadapi viva? Memang kaki terasa sejuk, kepala rasa berbahang, duduk memang tak kena, dan berdiri terasa nak tumbang.

Pada hari viva, barulah saya sedar bahawa saya sebenarnya sudah bersedia. Empat tahun ‘berperang’ dengan tesis menyebabkan saya kenal setiap kata, setiap frasa, setiap koma, dan setiap perenggan dalam tesis saya. Every single word is mine. Saya tidak sempat baca tesis dari cover ke cover sebab dalam waktu persediaan itu, saya lebih berminat untuk mencari bahan-bahan, just in case, saya diminta oleh examiners untuk buat penambahan. Saya juga menghabiskan banyak masa membaca lanjut tentang key proponents dan seminal works dalam bidang saya. Saya habiskan banyak masa mengulang semula teori-teori yang saya gunakan. Saya juga buat ulangkaji tentang methodology yang saya pakai. Saya meletakkan harapan bahawa bacaan-bacaan ini akan memberikan saya keyakinan.

Ada seniors pesan, baca tesis tiga kali dan bacalah Yassin sebanyak mungkin, Insya-allah, Allah akan permudahkan jalan (ada senior yang bawa naskah Yassin dan kitab Al-Qur’an ke dalam exam room. Saya terlupa pagi itu, maklum saja masih jet-lagged.). Saya setuju dengan saranan seniors saya. Tapi saya fikir, apa perlunya saya baca tesis berulang kali, kalau tesis yang sama sudah saya olah berkali-kali semasa membetulkan first draft dan final draft saya. Lebih baik saya buat persediaan untuk membetulkan tesis saya. Lebih baik saya cari kekurangan tesis saya. Ini penting untuk membuatkan kita lebih bersedia untuk menjawab congakan-congakan examiners sekiranya mereka ‘menyedari’ kelemahan tesis kita.

Setelah bersedia dengan jawapan-jawapan (answer key) bagi soalan-soalan yang bakal ditanya oleh examiners, saya mula membaca ayat-ayat Pelembut Hati serta ayat-ayat Lazim yang suami (Asrar Omar) cadangkan. Syukur Alhamdulillah, Allah permudahkan ujian ini untuk saya (Berkat doa semua). Lancar saja mulut menjawab soalan-soalan yang ditanya. Hilang rasa gentar tanpa saya sedar. Alhamdulillah, viva saya berlangsung dalam keadaaan yang tenang, mudah dan singkat. Hingga ke hari ini, viva saya, saya ibaratkan seolah-olah berlangsung dalam mimpi (to borrow my dad’s phrase). Tentang ayat-ayat Pelembut Hati dan ayat-ayat Lazim ini, saya sudah praktiskan semasa mock-viva. Kesannya, Alhamdulillah, sama juga, supervisor saya dan panel penyelidikan (Research Panel) juga seolah-olah simpati dengan saya (read: No difficult questions asked).

Saya akui tidak ada satu pun viva yang sama. Proses viva ini banyak bergantung pada individu (PhD candidates, supervisors, examiners) dan polisi universiti. Tetapi persediaan untuk viva itu, saya anggap sama sahaja untuk setiap bakal doctorate. Matlamat utama viva ialah untuk memastikan bahawa kajian itu kajian kita. Juga untuk memastikan yang kita memahami kajian yang kita buat. Bahawa kita berupaya melontarkan semula penemuan-penemuan kajian kita (detailing our findings and the implications of our research) dengan yakin serta kita mendalami methodology yang kita gunakan.

Di bawah ini saya ‘perturunkan’ soalan-soalan yang kerap ditanya (recurring questions) semasa viva. Semoga rakan-rakan semua dapat manfaat dari soalan-soalan ini yang saya kutip dari bacaaan yang dibuat sepanjang empat tahun berjuang. Antara soalan-soalannya ialah:
• Why did you choose this topic for your doctoral study?
o How did you develop an interest in this subject?
o Could you tell us a bit about how you came to do this research?
o What made you want to do research on this?
• Would you please summarize your thesis for us? Could you first summarize the main points of your thesis?
• What are the main achievements of your research?
• What would you say are the key people in your field today?
o What are the major theoretical strands in this area: what are the crucial ideas and who are the main contributors?
• How did you arrive at your conceptual framework?
o What made you select these models of ------?
o How did you decide upon the variable to include in your conceptual framework?
o How did you use your conceptual framework to design your research and analyse your findings?
o What are the theoretical components of your framework?
• What is the link between your research questions and your hypothesis?
o Why did you reject other methods?
o What are the pros and cons of the methods you choose?
o Why did you reject the others?[
• How did you arrive at your research design?
o What other forms of research did you consider?
o How would you explain your research approach?
o Why did you select this particular design for your research?
o What is the link between your conceptual framework and your choice of methodology and how would you defend that methodology?
o Can you explain where the data can be found and why your design is the most appropriate way of accessing that data?
• How would you justify your choice of methodology?
o Please tell us more about your methodology.
o Why did you choose the particular research methodology that you used?
o What are the limitations in the design? Are you aware of them?
o What precautions were taken against likely sources of bias?
o Why did present this in the form of a case study?
o What choices of research approach did you consider as you planned your research?
o Can you tell us about the ‘quasi-experimental’ research that you used?
o If you were doing this research again, would you consider using any other research methodology?
• Why did you decide to use XYZ as your main instrument (s)?
o How do your methods relate to your conceptual framework?
o Why did you choose to use those methods of data collection?
o How did you handle the data that came from open-ended question?
• How did you select your respondents/ subjects/ materials?
o Why did you choose these respondents/ subjects rather than other respondents/ subjects/ materials – how do you justify that choice?
o What is the relationship between your respondents, the research design and the conceptual framework?
• How did you arrive at your conceptual conclusions?
o What are your conceptual conclusions?
• How generalisable are your findings – and why?
o How did you triangulate your data?
o How did you analyse your data, and how did you arrive at meanings from that analysis?
o How did you relate the various stages of your research one to another?
• What is your contribution to knowledge?
o How important are your findings – and to whom?
o How do your major conclusions link to the work of SO and SO? (for instance)
o How do you explain your research outcomes?
o Explain what is new in your research.
o Tell us how your work differs from that of XYZ.
o Do you think your research will influence others?
• What is original about your work?
o What sets your work apart from others?
o What do you think you produced that was really new?
• We would like you to criticize your thesis for us.
o How else might you have undertaken your research?
o What are the strengths and weaknesses of your research?
o What would you differently if you repeated your research?
• Did your study turn out as you expected?
• How do you see research developing in the next five years?
• What are YOU going to do after you gain your doctorate?
o What are you going to publish from your thesis?
o What is your plan for publication?
o Why did you really want to undertake doctoral study?
• What do you see as the limitations/ weaknesses of your thesis?
• Can you please tell us more about the controversial papers that you referred to in your thesis?
• What haven’t we asked you that we should have done, and what would your answer have been?
Rujukan: Trafford, V. and Leshem, S. (2002) ‘Starting at the end to undertake doctoral research: Predictable Questions as Stepping Stones’, Higher Education Review, 35: 31-49; Partington, J., Brown, G. and Gordon, G. (1993) Handbook for External Examiners in Higher Education, Sheffield: UK Universities’ Staff Development Unit and the Universities of Kent and Leeds; Murray, Rowena (2003) How to Survive your Viva, Berkshire: Open University Press; Rugg, Gordon and Petre, Marian (2004) The Unwritten Rules of PhD Research, Maidenhead: Open University Press.

Banyak lagi soalan-soalan lain yang mungkin ditanya yang berkait rapat dengan bidang kita. Ada soalan-soalan ini bertindan (overlapped), jadi jawapan yang perlu kita berikan mungkin jawapan yang sama. Dan juga, tidak semua soalan di atas boleh diguna pakai dalan bidang rakan-rakan. Semasa viva saya, saya turut ditanya soalan-soalan ini:
• What was the most significant finding to come out of your research?
• What were the obstacles that you encountered while carrying out this research?
• How would you distinguish between these two concepts? Concept X and concept Z?
• What do you think about XYZ? (Ini One Million Dollar Question sebab soalan ini memang tidak berkaitan langsung dengan tesis saya, mahupun bidang saya.)
Praktislah untuk mendapatkan jawapan-jawapan yang diturunkan di atas. Insya-allah, rakan-rakan akan lebih yakin untuk menghadapi viva rakan-rakan nanti. Soalan-soalan ini nampak sukar (very daunting) untuk dijawab, tetapi jawapannya memang tersedia ada di dalam tesis kita.

Tips lain yang dianggap penting dalam proses penyelidikan PhD dan Viva (not in any specific order):
(i) UNDANGLAH penyelia HANYA sekiranya penyelia kita mempunyai hubungan yang rapat dengan internal, atau sekiranya penyelia kita tidak begitu rapat dengan internal. Pastikan juga bahawa penyelia kita tidak pernah mempunyai sebarang isu dengan external examiner kita. Dalam kes saya, external saya seorang Professor yang terkenal dalam bidang beliau dari University of London , penyelia saya juga seorang Professor yang terkenal dalam bidang beliau. Saya tahu sebelum viva bahawa penyelia saya tidak mengenali external saya kerana masing-masing mendalami bidang yang berbeza, external examiner dalam bidang Philology and Traditional Malay Literature, kepakaran penyelia saya pula, Classical French Literature. (Banyak ‘horrifying stories’ yang kita dengar tentang internal atau external examiner yang ‘attack’ tesis seseorang ‘candidate’ hanya kerana mereka tidak ‘bersependapat’ dengan penyelia kita. So, better be safe. Kalau sudah tahu, tidak perlu invite supervisor kita. Ini nasihat dari seniors saya.)
(ii) Jangan tunjukkan RASA RENDAH DIRI semasa mempertahankan tesis kita. Jangan MINTA MAAF atas kekurangan tesis kita. Seboleh-bolehnya kita perlulah ‘menjual’ kajian kita. Kalaupun kekurangan tesis amat jelas, kita boleh tegaskan bahawa kita hanya menyedari kekurangan tesis itu selepas tesis diserahkan. Dan nyatakan persediaan kita untuk menambah baik tesis kita, sekiranya perlu. Sekiranya pihak examiners minta kita buat pembetulan pada mana-mana konsep yang mereka tidak setuju, jangan cepat bersetuju. Mereka mungkin hanya ingin menguji kita. (Remember: It is your Masterpiece)
(iii) Viva ialah satu-satunya peluang untuk kita BERBINCANG DARI HATI KE HATI tentang tesis kita. Jadikan ia sebagai satu platform untuk kita berbincang lanjut tentang research findings (i.e. contributions) , implications serta obstacles yang kita hadapi semasa membuat penyelidikan kita. Bukan selalu dapat peluang nak bercerita tentang research kita dengan orang yang benar-benar berminat-kan. (Kalau examiners tidak berminat dengan kajian kita, tidak mungkin mereka bersetuju untuk mem’buang’ masa mereka membaca tesis kita).
(iv) Jangan ambil ringan KEASLIAN tesis kita. Jangan ambil mudah dengan mengupah individu tertentu, misalnya untuk membuat preliminary study, menulis tesis kita, menyediakan literature review atau questionnaires. Perkataan ‘cincai’ atau ‘susah’ perlu dikikis terus dalam kamus penyelidikan kita. Kalaupun kita masih boleh menghabiskan tesis dengan jayanya, kita mungkin ‘tersangkut’ semasa disoal dalam viva. What goes around comes around. (Ini belum lagi tersangkut apabila disoal Allah s.w.t di Akhirat. Halal haram hasil gaji yang diterima kesan lulus PhD juga perlu kita timbangkan. Peringatan ini untuk juga diri saya sendiri).
(v) Jangan KEDEKUT ilmu. Lagi banyak kita berkongsi ilmu, lagi banyak pulangan yang akan kita dapat. (Bab ini saya rasa semua orang dah tahu.) Biarlah orang tidak mahu berkongsi maklumat dengan kita, yang pentingnya kita perlu bantu bila ada yang perlukan bantuan. Balasan dari Allah, lebih-lebih lagi berlipat kali ganda.
(vi) Jangan BERKIRA untuk berhabis wang untuk penyelidikan kita. Sering terdengar rakan-rakan yang mengeluh (termasuk diri saya sendiri) banyaknya yang perlu kita habiskan untuk buat PhD, walaupun yuran dibayar oleh sponsor. Prinsip saya, ini satu pelaburan. Walaupun terpaksa menghabiskan duit, bergolok gadai, serta buat pinjaman dari institusi kewangan/FAMA, untuk membeli buku-buku, melanggan journal, menempah artikel journal, membuat inter-library loan, membeli research equipment, membeli software dan menjadi ahli persatuan tertentu, pengorbanan ini akan terbayar juga.
(vii) Selalu ingatkan diri bahawa PhD ini hanyalah satu proses dalam hidup kita yang memilih bidang akademik/ untuk career advancement. Kita bukan mahu menghasilkan sesuatu setanding Nobel Prize, ataupun membina ‘monument’ (memetik kata-kata seorang teman, Prof. Madya Dr. Nuraini Yusof). Tidak ada siapa yang memaksa. Keikhlasan untuk belajar ini mesti sentiasa ada. Ini tidak bererti kita menzalimi anak-anak, suami/isteri dan keluarga dengan mengurangkan masa kita bersama mereka semasa kita sedang belajar. Doa mereka, khususnya anak-anak kita, bagi mereka yang berkeluarga amat penting. Pengorbanan ini tidak mereka minta. [Who are we kidding?] Saya memegang ingatan bahawa RESTU suami dan keluarga amat penting semasa saya belajar dan menghadapi viva. Tanpa doa mereka, tidak mungkin saya boleh berjaya.
Ada orang bertanya apa perasaan saya terhadap viva saya. Jawapan saya, ‘It was an anti-climax.’ Mungkin kerana saya amat berharap untuk berbincang lanjut tentang penyelidikan yang saya buat selama empat tahun. Mungkin kerana sebagai seorang ibu yang baru saja melahirkan ‘seorang anak’ (submitting a thesis and facing a viva, to my mind, is similar to giving birth), saya ‘excited’ untuk bercerita tentang pengalaman saya ‘mengandung’ dan ‘cabaran-cabaran’ yang saya lalui. It was a let-down, not be heard fully, of one’s research experience and research findings. But then again, it’s a blessing from Allah to be given a problem-free viva.

Recommended Reading
Publications:
Berry, Ralph. (1986) How to Write a Research Paper, Oxford : Pergamon.
Dunleavy, Patrick (2003) Authoring a PhD: How to Plan, Draft, Write and Finish a Doctoral Dissertation, Basingstoke : Palgrave Macmillan.
Hart, Christopher. (1999) Doing a Literature Review: Releasing the Social Science Research Imagination, London : SAGE.
Finn, John A. (2005) Getting a PhD: An Action Plan to Help Manage your Research, your Supervisor and your Project, London and New York: Routledge.
Murray, Rowena (2002) How to Write a Thesis, Buckingham: Open University Press.
Murray, Rowena (2003) How to Survive your Viva, Berkshire : Open University Press.
Phillips, Estelle. M. and Pugh, D. S. (2000) How to Get a PhD: A Handbook for Students and their Supervisors, Buckingham: Open University Press.
Rugg, Gordon and Petre, Marian (2004) The Unwritten Rules of PhD Research, Berkshire : Open University Press.
Whisker, Gina (2001) The Postgraduate Research Handbook, Basingstoke : Palgrave.
Zerubavel, E. (1999) The Clockwork Muse: A Practical Guide to Write Thesis, Dissertations and Books, Harvard: Harvard University Press.
Online Resources:
Focus, Trent – Resources for Writers (http://www.trentfoc us.org.uk/)
Rudner, Lawrence M. and Schaefer, William D. (1999) ‘How to Write a Scholarly Research Report’ (http://pareonline. net/getvn. asp?v=6&n=13)
Kerlin, B. (1998) The pursuit of the PhD: Is it Good for your Health? (http://kerlin. net/bobbi/ research/ health.html).
Levine, S. J. (2002) Writing and Presenting your Thesis or Dissertation (http://www. learnersassociat es.net/dissthes/ #30)
Samuelowicz, Katherine ‘PhD: first thoughts to finished writing’ (http://www.tedi. uq.edu.au/ phdwriting/)
Thesis Writing Resources (http://www. uow.edu.au/ research/ current/thesiswr iting.html)
Wolfe, Joe ‘How to write a PhD thesis’ (http://www.phys. unsw.edu. au/-jw/thesis. html)
‘Word usage in scientific writing’ (http://www. ag.iastate. edu/aginfo/ checklist. html)
Teruskan perjuangan rakan-rakan semua. Maaf saya pohon kalau ada kata-kata yang menjeruk rasa.

Aza-aza Fighting!
Bekas orang kampung di Faraday Avenue
,Manchester
PENULIS : Dr Sharifah Fazliyaton Sheikh Ismail

Thursday, December 09, 2010

My strength in my journey life..............




They are my strength in my phd journey beside their daddy too...................
I love them so much...........................

Sunday, December 05, 2010

Concern on sharing from my friend.................

Informal Notes to help with preparation for the viva

Some notes about the viva:
1. Both examiners will have read the dissertation prior to the viva
2. They will meet briefly before they see you to discuss their views and to decide what questions need to be asked and by whom
3. The viva will take place in the designated room and you will be invited in once the examiners are ready
4. Your supervisor will introduce you to the examiners
5. You will then be asked to give a short introduction to your dissertation (approx 10mins). It is best if this is just a verbal introduction and NOT a powerpoint presentation (see the note A below for what to cover). The main purpose of the viva is for the examiners to ask you questions, so most of the time should be spent on this.
6. The examiners will ask you questions about the work you have done with a view to satisfying them that you have met the criteria for a PhD Award. (see note B below)
7. Once the examiners have finished (usually after about two hours), you will be asked to leave the room
8. The examiners will decide on the outcome (see note C below for possible outcomes)
9. you will invited back into the room and told the outcome by the External Examiner
10. If any further work is needed then this will be detailed in writing and a deadline for completion will be agreed
11. If no further work is needed then it will be congratulations all round!

Note A
The verbal introduction should be in your own words. You can use notes to prompt you, but preferably you should speak directly to the examiners.
It should cover:
1. Your name, the title of your dissertation
2. Your motivation for doing the PhD and this topic in particular (include something of your previous education and experience)
3. Key researchers and key publications in the field
4. The aims of your dissertation (what you were trying to achieve)
5. How you went about it (what methods you used and why)
6. What you achieved
7. what ideally you would have liked to achieve
8. what further work could be done
9. what publications have arisen from the research (and/or planned publications)
Note B
• evidence that aims and objectives were achieved
• evidence of originality and independent critical judgement
• addition to knowledge in the field of study
Note C
Broadly speaking the categories are:
1. Award PhD no corrections
2. Award PhD subject to minor corrections
3. Refer for Re-examination: Permit resubmission with further work and with or without a further viva
4. Reject – Re-submission not permitted
See University Handbook for full details

L.A.Macaulay March 2010

source:from my Doctorate friend~Dr Nazean~


just my 2 cent sharing...just for my future preparation..........................

Friday, December 03, 2010

'Mengupas' lirik nasyid

PASRAH SEGALANYA
-orange font-lirik lagu
-red font-kupasan jujur dari aku

Pernah hati ini terguris
Seingat aku masa tahun pertama....aku selalu menerima 'kritikan' yang negatif terhadap diri dan anak2
Dengan fitnah dan tohmahan menghiris
Orang memberi persepsi yang negatif apabila mengetahui aku dan suami belajar dgn anak2 yang masih kecil...termasuk anak2 pun ditegur...dimana saiz mereka yang agak kecil dengan umur mereka sehingga kini
Sehingga terasa diri ini hina
Aku memang terasa sedih dan lemah semangat sepanjang tahun pertama...dengan tiada famili di sisi-jauh di Malaysia
Kerana tiada siapa yang sudi membela
Aku cuba meluahkan perasaan kepada yang sudi mendengar...ada yang sudi mendengar tapi hanya segelintir ..

Kutabahkan hatiku harungi hidup
Namun aku cekalkan hati dengan sokongan moral suami dan bonda tercinta di Malaysia
Biarpun tiada siapa yang menemani
Hanya suami dan anak2 lah penguat semangat ku sepanjang hidup di rantau ini
Keseorangan aku di laluan sepi
Bonda dan keluarga tersayang semuanya di Malaysia, termasuklah sahabat2 karib ku
Ditinggalkan mereka yang kupercayai
Bukanlah ditinggalkan, aku yang terpaksa meninggalkan buat sementara waktu demi sebuah perjuangan ini

Namun ku tahu ada hikmahnya
Aku cuba belajar meredhai
Setiap segala yang menimpa diri
Dengan apa yang telah ditakdirkan buat diri ini
Kuserahkan segala padaMu Tuhan
Setiap kali solat, padaMu lah aku mengadu
Yang berkuasa jua mencipta
Yang Maha Mendengar dan Maha Mengasihani
Kerana engkau Maha Mengetahui
Moga aku sentiasa merasakan kebergantungan terhadapMu
Segala apa yang terbuku di hati
Kerana hanya padaMu yang mengetahui segalanya

Ya Allah tidakku terdaya lagi
Namun di tahun ketiga ini, aku merasakan perjuangan aku PERLU menemui titik noktahnya
Menahan dugaan yang mencabar ini
Janganlah engkau memanjangkan lagi tempoh perjuangan yang penuh dengan cabaran ini
Terasa bagai noktah telah kutemui
Mohon padaMu agar aku dapat menamatkan perjuangan ini secepat mungkin
Mengakhiri segala yang telah kumulai
Dengan kejayaan yang dinanti2kan oleh semua pihak.....terutamanya famili tersayang
Ya Allah engkau lindungilah aku
Namun aku sedar banyak lagi ujian yang perlu ditempuh
Bekalkanlah daku dengan limpahan iman
Kuatkanlah semangatku, Cekalkanlah hatiku
Agar tabahku menghadapi dugaan
Supaya aku 'lulus' dengan ujian2 Mu ini
Agar tidakku terhenti di pertengahan
Dan tidak pulang ke Malaysia dengan 'tangan kosong'

Kini di sini aku berdiri
Aku pasrah padamu
Bersama harapan yang tulus suci
Moga aku berjaya menggapai apa yang dijuangkan
Agar terbitlah kembali mentari pagi
Semoga kejayaan milik aku dan suami
Setelah malamku berkalut benci
Setelah kami menempuhi segala keperitan hidup di rantau orang hampir 42 bulan insyaallah(sehingga Jun 2011 kelak....)

Tuesday, November 30, 2010

Cepat atau lambat bukan ukuran.....................

Cuba 'quote' drpd salah seorang pejuang @rakan seperjuangan di sini:-

Dan saya perlu ingatkan diri saya bahawa PhD bukanlah satu perlumbaan atau peraduan yang barang siapa berjaya ke garisan penamat lebih awal maka dialah pemenangnya. Sebab, tiadanya satu kayu pengukur yang jelas tentang apa yang dipelajari, seberapa banyak yang dipelajari atau berapakah tahap kesukarannya, dan apakah faktor-faktor kesukaran itu. Jadi saya tak perlu rasa bagus kalau saya habis PhD pada masa 3 tahun atau kurang, dan saya tak perlu rasa teruk kalau terlebih had. Hanya kita tahu adakah kita telah menang atau tidak. Setujukah?


Aku sangat setuju dgn kata2 sahabatku ini......
Dan aku bersyukur sangat kerana pihak majikanku dah pun meluluskan tempoh perlanjutan(yang sepatutnya berakhir 31.12.2010) untuk perjuangan ku dan suami ku di sini......Insyaallah..sampai masanya akan ku tamatkan perjuangan ini secepat mungkin......selewat2nya 30.6.2011...Amin......................

Wednesday, October 06, 2010

Langkah Tercipta- Unic

Semalam aku kelukaan,kecewa kehampaan,mencalar ketabahan,mimpi yang sering ku harapkan,menjadi kenyataan,namun tak kesampaian.

Allah…Inginku hentikan langkah ini,bagaikan tak mampu untuk ku bertahan,semangat tenggelam,lemah daya,haruskah aku mengalah,namun jiwaku berbisik,inilah dugaan.

Dan langkahku kini terbuka,pada hikmah dugaan,uji keimanan (menguji keimanan),tak dilontarkanNya ujian,di luar kekuatan,setiap diri insan.

Allah…Pimpinlah diriku,tuk bangkit semula,meneruskan langkah,perjuangan ini,cekalkan hati dan semangatku,kurniakan ketabahan,agar mimpi jadi nyata,padaMu ku meminta.

Daku mohon agung kudratMu,wahai Tuhan yang satu,segalanya dariMu.

Thursday, August 05, 2010

Speechless.........................

Next tomorrow...my mom will back to Malaysia....is it I'm sad????if I say no, off course it's liar......but can I say that my feeling is speechless.....

Say to myself....I will not back Malaysia before my 'fight' is not finish yet.....even though normally people see me as fragile(yes I admit it...) but sometimes because of condition...desperately I become as though woman like my mom.......
I try to remember everything that makes me fear to back to Malaysia
(esp nearly to Eidul Fitr) at this moment(ha??what???fear to back my own country???) just for temporary reason only.......insyaallah by the right time I'll back.....hopefully before Eidul Fitr 1432/2011......amin.....................................

Friday, July 23, 2010

Another spirit song to back Malaysia as soon as possible...

Adore this songs since I always listen from nasyid.fm.......feels to back Malaysia more strong day by day!!!!!!!!!!!!!!!

Berderai Mata Hatiku
Mendera Semua Harapan
Selaksa Cintaku Padanya
Ikatan Suci Romantika NaunganMU

Meski Sejuta Cinta Menyapa
Masih Cenderung Qu Padanya
Tuhan satukan hati kami
Dibawah Cintamu Alirkan Bahgia Di RedhoMU

Kutidurkan Mimpi Indah Ini
Padamu Yang Menggenggam Takdir
Kusandarkan Harapanku Ini
Padamu Ya Ilahi, Kan Ku Simpan Dalam Rongga Hati
Stanza Cinta

Wednesday, July 21, 2010

That is why PHD is really hard....

Quote from PM Dr Norzaidi Daud

roles-of-phd-supervisors

Ramai pelajar PhD yang merungut kepada saya bahawa supervisors mereka tidak membantu serta beri tunjuk ajar sewaktu buat PhD. Saya hanya tersenyum. Buat apa kalau ada supervisor tetapi tidak menolong apa-apa. Dulu masa buat master degree senang aje. Sekarang ini perlu belajar sendiri. Kalau nak tahu pasal methodology kena baca sendiri, and kalau nak tahu guna statistics pun kena baca sendiri. Susah betul!

Selepas mendengar keluhan mereka, saya pun menerangkan kepada pelajar PhD ini dan kebetulan beliau ialah rakan saya. Begini, sebenarnya buat PhD ini, supervisor hanya beri 5 peratus sahaja manakala yang 95 peratus kerja kita. Kalau tidak supervisor yang dapat PhD! Dulu masa master berlainan sedikit dan kalau bagi saya master tu hanya cover 20% untuk PhD. Untuk buat PhD, pelajar perlu buat semua benda termasuk mendalami knowledge research termasuk cara-cara menjalankan kajian, sampling, research instrument, data analysis etc. Kalau nak tahu kena belajar dengan sesiapa aje yang mahir. Masa ini kita tidak lagi depend kepada supervisor kerana mereka hanya menunjukkan "jalan" yang betul. Kalau terlajak, supervisor akan betulkan. So, dengan mudah saya katakan bahawa, PhD ini perlu belajar sendiri dan pandai-pandai sendiri tetapi 'pergerakkan' pelajar PhD akan dipantau oleh supervisor mereka. Sebab itu ada berbagai-bagai cara supervisor membimbing pelajar PhD mereka. Tidak ada standard. Kalau dapat supervisor yang jenis menulis, maka pelajar beliau akan digalakkan untuk menulis. Begitulah...

Oleh yang demikian, saya nak syorkan kepada semua pelajar PhD supaya prepare diri masing-masing dengan research knowledge dan betul-betul faham menjalankan kajian. Jangan sudah mendaftar dan masuk program PhD baru nak belajar semua benda, and kita tahulah conclusionnya kan...mula malas nak belajar, lambat defend proposal, dan last sekali tak tamat. Bila tak tamat pengajian, mula rakan-rakan sepejabat akan mula mengata yang bukan-bukan. Ada kawan saya sampai tukar tempat kerja sebab tak tamat pengajian. Dulu masa dapat biasiswa PhD, dia diraikan dengan hebat, tetapi bila tak tamat pengajian, mula tak tahu nak letak muka kat mana termasuk saudara mara, mak bapak dan mentua. Emm...mungkin anda dah mendengar cerita-cerita begini. Apa boleh buat, PhD bukannya hak mutlak dan tanggungjawab supervisor PhD. Pelajar PhD yang bertanggungjawab sepenuhnya pada PhD mereka. Pesanan saya, banyakkan berusaha, berdoa dan bertawakkal. Jangan lupa duduk bersama-sama rakan PhD lain untuk boostkan motivation dan discuss bersama mereka. Jangan buat PhD sorang-orang. Nanti tak menjadi! InsyaAllah anda akan berjaya membawa balik topi burger dengan bergaya!


http://norzaidi.blogspot.com/2009/10/roles-of-phd-supervisors.html

Thanks Sis Anis for sharing this links.....I'll keep it as spirit!!!!!!!!!!!!!!

Wednesday, July 07, 2010

Sebolehnya......

Sejak bondaku ada di sini...aku jarang ke universiti...banyak masa dihabiskan dirumah bersama si comel Hanie.....minggu lepas hanya sekali;berjumpa penyelia dan diikuti ke 'khemah kerja' 2 hari....minggu ini..hanya hari ini, memandangkan aku perlu menyiapkan semula model2 dlm perisian nvivo yang tidak ada dalam komputer peribadi ku di rumah...esok dan lusa masaku akan dihabiskan bersama dengan bonda dan si comel Hanie.....Begitu juga dengan minggu hadapan, aku hanya akan ke universiti pada hari Isnin; berjumpa dengan penyelia dan mengemas 'workstation'; memandangkan ada kerja2 pemasangan penghawa dingin di bilik ofis ku itu yang akan bermula dari Selasa(13/7) hingga Jumaat(16/7)....sememangnya di rumah ajelah aku bersama bonda dan Hanie....
email dari staf berkenaan:
PhD students in Maxwell PhD room 926

Apologies for the short notice but we have just be advised that work
will start on Tuesday 13th July 2010 to install air-conditioning in
Maxwell PhD room 926

This means that all personal items and computers need to be moved off
the desks on Monday 12th July - this will be arranged by Paul Crompton
(p.a.crompton@salford.ac.uk) the SBS IT Technician who will provide
cardboard boxes etc.

The work will be completed on Friday 16th July.


Tahap kemalasan aku pula masih di tahap maksima....dan jika mood membuat kerja hadir, harapnya rajin ke tahap maksima lah yer(walaupun ianya seakan mustahil untuk berlaku....)....paling lama dalam sehari pun hanya boleh menjangkau dalam 7 ke 8 jam sahaja(cthnya; hari ini mungkin?????)....dan biasanya purata masa bekerja ku hanya 4 jam...percaya atau tidak????aku pun tak tahu macamana nak masuk kerja semula kelak yang mana waktu pejabat adalah '8 to 5'...9 jam sehari....tapi pengalaman lepas...waktu bekerja macam aku ni biasanya fleksibel..hehehehehehehe..walaupun 'punch in punch out' ada......

Harap2nya walaupun atitud aku sebegini, izinkan aku Ya Allah untuk aku menamatkan perjalanan ini....Amin...................................

nota- rasanya selepas ini aku tidak mahu lagi menyatakan secara terperinci tentang status perjalanan ku ini...kerana sudah mula merasakan saat2 genting ini banyak perkara yang perlu dibendung!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!