Motivation Quotation......

Aku meminta kepada Tuhan setangkai bunga, segar, Ia beri kaktus berduri. Aku minta kupu-kupu diberinya-Nya ulat berbulu. Aku sedih dan kecewa. Namun kemudian, kaktus itu berbunga indah sekali dan ulat itupun menjadi kupu-kupu yang sangat cantik. Itulah jalan Tuhan, indah pada masaNYA! Tuhan tidak memberi apa yang kita harapkan. Tapi Dia memberi apa yang kita perlukan. Kadang kala kita sedih, kecewa dan terluka. Tapi jauh di atas segalanya Dia sedang mengatur yang terbaik dalam kehidupan kita.............................................

Tuesday, June 02, 2015

TAZKIRAH HARI INI (2)

Oleh: Abdullah Sholeh Hadrami

Allah banyak sekali menerangkan dalam al-Qur’an tentang hakikat kehidupan dunia dan menganjurkan kepada kita agar bersikap zuhud terhadapnya serta memperingatkan kita akan bahaya cinta dunia tersebut, demikian pula Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam dalam sabda –sabdanya.

Allah berfirman: “Ketahuilah, bahawa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak.” (QS. Al-Hadiid: 20)

Allah berfirman : “Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS.Az-Zukhruf: 35)

Allah berfirman: ”Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran: 185)

Allah berfirman: “ Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’la: 16-17)

Allah berfirman: “Kamu menghendaki harta benda duniawi sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu)” (QS. Al-Anfal: 67)

Allah berfirman: ”Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibandingkan dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).” (QS. Ar-Ra‘du: 26)

Dari sahabat Jabir Radhiyallahu ‘Anhu bahawasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam melewati sebuah pasar bersama beberapa sahabat. Beliau melihat seekor kambing cacat yang telah menjadi bangkai, Beliau mengambilnya dan memegang telinganya seraya bertanya: “ Siapa diantara kalian yang ingin menukar ini dengan satu dirham?” Para sahabat menjawab: tidak ada seorangpun dari kami yang ingin menukarnya dengan apapun, karena kami tidak dapat mengambil manfaat darinya sama sekali. Beliau meneruskan : “Apakah ada yang ingin memilikinya?.” Para sahabat menjawab: Demi Allah, andaikan dia hidup diapun sudah cacat, apalagi ketika telah menjadi bangkai. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “ Demi Allah, dunia ini dihadapan Allah lebih hina daripada bangkai ini dihadapan kalian” (HR. Muslim dan Abu Dawud.)

Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Tiadalah dunia dibanding akhirat melainkan hanyalah seperti air yang melekat di jari ketika salah seorang dari kalian mencelupkannya di laut.” (HR. Muslim dll)

Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “ Seandainya dunia ini senilai sayap seekor nyamuk, di sisi Allah, pastilah Dia tidak akan memberi minum setitis air dunia pun kepada orang kafir.” (HR. At-Tirmidzi dll, shahih.)

Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Apalah artinya aku dengan dunia, tiadalah aku di dunia melainkan seperti seorang yang dalam perjalanan bernaung dibawah pohon (sebentar), kemudian melanjutkan perjalanan lagi dan meninggalkan pohon tersebut.”(HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim, sahih.)

Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam berwasiat kepada sahabat Ibn Umar Radhiyallahu ‘Anhuma: “ Jadilah kamu di dunia ini seperti orang asing atau seorang yang dalam perjalanan.” (HR. Bukhari dll)

Berkata Yahya bin Mu’adz -rahimahullah : “ Dunia adalah khamar (arak)- nya setan, barangsiapa yang mabuk olehnya maka tidak akan tersedar kecuali apabila telah mati dengan penyesalan bersama orang-orang yang merugi.”

Berkata Ibn Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu: “ Tiadalah seseorang di dunia melainkan sebagai tamu dan hartanya adalah titipan. Tamu pasti pergi dan titipan harus dikembalikan.”

Berkata sebahagian salaf -rahimahumullah: “ Semua manusia dalam keadaan tertidur, apabila telah mati barulah terbangun.”

Berkata Sa’id bin Jubair rahimahullah: “Kesenangan menipu (dunia) yang dicela adalah yang melalaikan dari akhirat, adapun yang tidak melalaikan dari akhirat maka bukanlah kesenangan yang menipu (tidak tercela), akan tetapi kesenangan yang menyampaikan kepada kesenangan yang lebih baik lagi.”

Ya Allah berilah kami kebaikan dunia dan akhirat, amien


BIRO KEBAJIKAN DAN AGAMA
SUTRANITA